KEMENDIKBUD : KAKAK KELAS DILARANG JADI PENYELENGGARA MOS, INI BAGIAN DARI REVOLUSI MENTAL

Assalamu'alaikum wr.wb. selamat siang dan salams ejahtera untuk rekan-rekan guru seluruh indonesia....
mari simak informasi terbaru dan sangat penting berikut ini tentang tatacara pelaksanaan mos terbaru 2016 ...


Masa Orentasi Siswa (MOS) pada tahun ajaran baru, biasanya menjadi ajang kakak kelas untuk "membalas dendam" pada siswa baru. Ole karena itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikud) telah menetapkan kakak kelas untuk tidak terlibat dalam panitia MOS sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) nomor 18 tahun 2016, tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi Siswa Baru.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengatakan, pelaksanaan MOS 2016 ini lebih diutamakan pada Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) yang menitikberatkan pada guru. Hal ini dilakukan untuk menghindari perpeloncoan yang menjadi beban orangtua dan siswa baru.

“Kegiatan MOS yang ada praktik perpeloncoan ini harus diganti dengan peraturan khusus yang melarang segala jenis perpeloncoan, maka kegiatan ini sepenuhnya dilakukan oleh guru, tidak oleh kakak senior atau anggota OSIS. PLS akan dilakukan pada jam belajar. Saya tegaskan perpeloncoan harus dihentikan,” kata Anies pada saat Diskusi Hari Pertama Sekolah di Gedung Kemdikbud, Senin, (11/7).

Dijelaskan dia, dilakukan pada jam pelajaran sekolah, dalam jangka waktu paling lama tiga hari pada Minggu pertama awal tahun pelajaran, sedangkan untuk sekolah berasrama diperbolehkan menyesuaikan jangka waktu yang diperlukan dengan terlebih dahulu melapor pada Dinas Pendidikan setempat. Pasalnya, Kemdikbud telah menyiapkan materi, sehingga kegiatan ini hanya dilakukan di lingkungan sekolah. Jikapun akan melakukan kegiatan di luar lingkungan sekolah, maka harus ada pembicaraan antara guru dan orangtua siswa.

MOS harus dilakukan untuk tujuan edukatif dan menyenangkan. Anak tidak diperkenankan memakai atribut yang tidak sesuai. Selama MOS, siswa tetap mengunakan atribut seragam sehari-hari. Menurut Anies, mengunakan atribut yang tidak sesuai atau tidak masuk akal melecehkan dan tidak relevan dengan aktivitas belajar siswa.

Pendiri Indonesia Mengajar ini mengaku, pemerintah telah mengirim surat edaran kepada Kepala Dinas Pendidikan dan sekolah untuk mengubah sistem MOS selama ini dilakukan. MOS harus merujuk pada Permen yang berlaku, sehingga perpeloncoan dihentikan bukan menjadi sebuah kebiasaan atau catatan tahunan.

Anies menyebut, perubahan sistem ini merupakan bagian dari Revolusi Mental (RM). Perpeloncoan jangan dijadikan sebagai catatatn tahunan, namun diingat sebagai catatan sejarah sebuah perubahan sistem pendidikan.

Sementara itu, untuk sanksi, alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) ini mengatakan jika siswa dan guru, dan kepala sekolah terbukti melakukan, lalai, atau membiarkan hal-hal yang dilarang, maka, Menteri memberikan sanksi rekomendasi penurunan level akreditasi, pemberhentian bantuan pemerintah, dan rekomendasi kepada pemerintah daerah (Pemda) untuk mengabulkan merelokasi atau menutup sekolah yang melanggar peraturan.

Selain itu, Kepala Dinas Pendidikan selaku yang bertanggungjawab juga berhak memberikan sanksi teguran tertulis, penundaan atau pengurangan hak pembebasan tugas atau pemberhentian sementara jabatan kepala sekolah atau guru yang melanggar, dan pemberhentian pemberian bantuan Pemda terhadap sekolah tersebut.

Ia mengaku, telah mempersiapkan tim khusus untuk menanggani langsung laporan ini. “Masyarakat jangan mendiamkan, kita akan melindungi pelapor. Telah ada tim khusus untuk menindaklanjuti,” ujarnya.



Demikian informasi terbaru yang dapat saya berikan....
semoga bermanfaat untuk kita semua, baca berita terbaru lainya DISINI
loading...

Belum ada Komentar untuk "KEMENDIKBUD : KAKAK KELAS DILARANG JADI PENYELENGGARA MOS, INI BAGIAN DARI REVOLUSI MENTAL"

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel