KEMENDIKBUD : FULLDAY SCHOOL INI WAJIB DITERAPKAN ,SAYA TIDAK AKAN MERAMPAS HAK ANAK

Assalamu'alaikum wr.wb. selamat siang dan salam sejahtera untuk rekan-rekan guru seluruh indonesia...
mari simak informasi terbaru berikut ini tentang pernyataan kemendikbud tentang penerapan fullday school yang wajib untuk sekolah demi kemajuan bangsa dan pendidikan di indonesia...

Menyiapkan pendidikan karakter sedari dini dan menciptakan sumber daya manusia (SDM) andal jadi salah satu instruksi Presiden Joko Widodo kepada Mendikbud Muhadjir Effendi. Ini disampaikan Presiden saat mempercayakan jabatan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) kepada mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu pada 27 Juli lalu.


Karena itu pula Muhajir berkomitmen, pendidikan karakter jadi prioritas utama selama tiga tahun mendatang. Aplikasinya peserta didik atau siswa bisa melaksanakan pendidikan penuh di sekolah (full day school). Baik belajar formal sampai mengerjakan tugas-tugas dan mendapatkan pendidikan karakter.

Hal ini kembali diungkap Muhadjir dalam lawatannya ke Riau, Senin (22/8). Di mana dia menghadiri dan membuka beberapa kegiatan. Seperti Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) PB PGRI tingkat nasional di Siak. Peresmian Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) di Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru. 

Terkait penerapan full day school Mendikbud menyebut dilakukan secara kondisional.
“Di beberapa daerah sudah ada yang memulai sebenarnya. Karena memang ini instruksi Presiden, jadi pendidikan karakter harus dilaksanakan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Sekarang aplikasinya, kata Muhadjir, tinggal diperluas dan terus dilakukan penyempurnaan. Misalnya akan membekali peserta didik dengan kerja praktik. Tujuannya generasi bangsa ini pada 2045 menjadi generasi yang kuat, andal dan berdaya saing. Platform pendidikan yang akan dibangun, mengejar ketertinggalan dalam pengembangan pendidikan dan kebudayaan.

“Saya tidak akan merampas hak anak, ini demi tanggung jawab lebih besar bagi Tanah Air. Saya ajak juga Gubri terapkan dua hari libur. Jadi sepenuhnya bisa bersama keluarga mendapat edukasi dan bermain di luar sekolah,” tegasnya.

Dikatakan Muhadjir, full day school sebenarnya bukan harus penuh seharian di sekolah. Tapi perlu ditambah jamnya. Dengan menyesuaikan kondisi dan kemampuan di sekolah. 

Rumusannya, sambung Mendikbud, seperti mengoptimalkan nantinya komite-komite yang ada di sekolah sebagai gotong royong. Sehingga nanti bisa dicarikan solusi untuk makan siang peserta didik dan tenaga pengajar. Kemudian juga melalui komite gotong royong, akan bersama-sama masyarakat menggali dan mencarikan solusi demi pendidikan yang bermutu.

“Jadi tidak masalah mengambil dana dari masyarakat dan swasta selama itu tidak membebani. Jadi ini (full day school, red) wajib, tapi disesuaikan dengan kondisi,” kata Muhadjir.

Sementara Gubri H Arsyadjuliandi Rachman mengatakan, full day school dan penerapan sekolah lima hari sebenarnya sudah dibahas di tingkat provinsi. Yakni melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Riau dan Dewan Pendidikan Provinsi Riau serta tokoh pendidikan dan tokoh masyarakat pada 2015 lalu.

“Sudah. Sudah bisa dilaksanakan. Lengkapnya ada konsep di Disdikbud,” ujar Gubri di sela mendampingi Mendikbud.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Riau Dr Kamsol ketika dikonfirmasi menyebut, memang Pemprov Riau siap melaksanakan hal itu. Dimana pembahasan di tingkat provinsi sudah dilakukan melalui Forum Group Discussion (FGD) pada akhir 2015 lalu. 

“Sudah kami bahas. Termasuk lima hari sekolah. Penerapannya, kami menyerahkan ke kebijakan kabupaten/kota. Karena tidak bisa digeneralisasi. Jadi memang harus situasional dan kondisional,” ujar Kamsol.


Demikian informasi terbaru yang dapat saya berikan...
silahkan baca berita terbaru guru DISINI



loading...

Belum ada Komentar untuk "KEMENDIKBUD : FULLDAY SCHOOL INI WAJIB DITERAPKAN ,SAYA TIDAK AKAN MERAMPAS HAK ANAK"

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel