Endang Irawan, Driver GO-JEK yang Bekerja untuk Hidupi 126 Santri, Padahal pada awalnya...


“Memang tidak masuk di akal. Tapi memang begitu adanya. Padahal motor saya sudah dari tahun 2002, tapi mengapa customer selalu bilang bapaknya oke, bapaknya mantep, dan berikan uang tip? Ngobrol di jalan juga kadang enggak. Nah, itu makanya kadang-kadang rezeki memang beda-beda,” ungkapnya.

Selain itu, Endang mengaku memang tidak pernah memilih orderan. Semua orderan yang masuk selalu ia ambil. Sebab, Endang selalu teringat, ia punya ratusan perut yang harus diberi makan dan dicukupi kebutuhannya.

“Bahkan hingga pembalut dan obat-obatan juga saya yang beli. Karena kan pondok ini adanya di atas gunung, jadinya kasihan kalau mereka sakit atau apa harus turun gunung sendiri,” jelasnya.

Pengemudi Gojek, Endang Irawan

Setiap harinya, Endang mulai keluar mencari orderan setelah salat subuh dan baru pulang sekitar pukul 8 malam atau ketika sudah merasa kurang enak badan. Endang juga mengaku, selama ia masih bisa, ia tidak akan keluar dari GO-JEK.

“Bahkan seandainya saya putus mitra, saya tetap tidak akan beralih ke aplikasi lain. Saya akan tetap di GO-JEK,” ujar Endang.

Sebab, Endang mengaku ia dibesarkan dari GO-JEK, termasuk soal pondok pesantrennya. Bahkan, menurutnya, berkat GO-JEK lah kini pondok pesantrennya bisa dikenal luas.

Sumber : kumparan.com

Demikian berita dan informasi terkini yang dapat kami sampaikan. Silahkan like fanspage dan tetap kunjungi situs kami di WWW. TRIBUNMANIA.COM,  Kami senantiasa memberikan berita dan informasi terupdate dan teraktual yang dilansir dari berbagai sumber terpercaya. Terima Kasih atas kunjungan anda semoga informasi yang kami sampaikan ini bermanfaat.
loading...

Belum ada Komentar untuk "Endang Irawan, Driver GO-JEK yang Bekerja untuk Hidupi 126 Santri, Padahal pada awalnya..."

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel