Inilah Sosok Penyumbang Emas Monas, Nasibnya Tragis, Ia Justru Dipenjara, Karena ...

Teuku Markam berada di penjara karena persaingan bisnisnya dengan Teuku Hamzah sekitar tahun 1957.



Saat itu, Teuku Hamzah menjadi Panglima Kodam Iskandar Muda.

Namun, pada tahun 1958 Teuku Markam baru keluar dari penjara.

Usai bebas dari penjara, Teuku Markam kembali menggeluti dunia bisnis.

Dia banyak mengembangkan bisnisnya pada sektor pembuatan kapal.

Teuku Markam pun menjadi pengusaha yang sangat sukses saat itu.

Oleh karena itu, dia berkomitmen untuk membantu Presiden Soekarno memberantas buta huruf, dan membebaskan Irian Barat.

Selain membantu dalam kedua hal itu, dia juga berkomitmen membantu Soekarno membangun Monas, dan menyumbangkan emas seberat 28 kilogram.

Nahas, nasib Teuku Markam tak selalu mujur.

Sebab, dia harus kembali mendekam di penjara.

Pada era pemerintahan Orde Baru, Teuku Markam dituding sebagai PKI, dan koruptor.

Sehingga, pada tahun 1966, Teuku Markam pun dijebloskan ke penjara tanpa adanya proses pengadilan.

Baru pada tahun 1974 Teuku Markam dibebaskan oleh pemerintah.

Meski demikian, seluruh aset perusahaan dan kekayaannya telah disita oleh pemerintah Orde Baru.

Teuku Markam tutup usia akibat komplikasi penyakitnya pada tahun 1985.

Sumber: tribunnews.com





Demikian berita dan informasi terkini yang dapat kami sampaikan. Silahkan like fanspage dan tetap kunjungi situs kami di WWW.DAPODIKINFO.COM,  Kami senantiasa memberikan berita dan informasi terupdate dan teraktual yang dilansir dari berbagai sumber terpercaya. Terima Kasih atas kunjungan anda semoga informasi yang kami sampaikan ini bermanfaat.
loading...

Belum ada Komentar untuk "Inilah Sosok Penyumbang Emas Monas, Nasibnya Tragis, Ia Justru Dipenjara, Karena ..."

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel