Berniat Merubah Nasib, Pria ini Merantau Tinggalkan Anak Istri, Setelah Kembali Istrinya Ternyata

Sementara jika anak itu ikut dengan ibunya yang miskin, si ibu tidak memberinya uang saku dan tidak bisa membelikan barang-barang kesukaan si anak, bahkan untuk makan satu buah-buahan saja cukup sulit karena si wanita tidak akan semudah itu memberinya.



Karena kenakalannya, wanita itu pernah memarahi dan memukulnya. Tak ayal lagi, dalam hati si bocah, wanita itu sangat menjengkelkan, jadi sudah sewajarnya dia memilih ikut ayahnya.

Namun, wanita itu tidak menyerah, dia menatap anak itu, “Nak, kenapa kamu tidak memilih ikut dengan ibu? Mulai sekarang, ibu akan membeli barang-barang kesukaanmu.”

Namun, si bocah menggelengkan kepalanya dan berkata, “Aku tidak menyukaimu!”

Pria itu tersenyum senang mendengar perkataan putranya. Tampaknya tidak salah memang, dua hari sebelumnya ia membelikan makanan atau mainan untuknya.

Dua hari yang lalu, si pria mendekati anaknya, membujuknya karena dia ingin mendapatkan hak asuh atas putranya, karena wanita baru simpanannya sekarang tidak mau punya anak, sementara si pria sebaliknya.

Hari itu, si wanita menangis terisak sambil menutupi wajahnya di depan semua orang, dia benar-benar tidak menyangka, putranya yang disayanginya itu mengatakan tidak menyukainya, dan pada saat-saat yang menentukan, putranya lebih memilih ikut ayahnya dan meninggalkannya sedirian.

Pada saat itu, terlintas dalam benaknya untuk mengakhiri hidupnya. Namun, ia merenung lagi, dan memutuskan akan tetap tegar, siapa tahu anaknya tidak tahan dengan ibu tiri dan akan kembali ke sisinya lagi.

Sebelum bocah itu pergi bersama ayahnya, sang ibu membelikan makanan ringan dan mainan untuknya. Tapi ia tidak menyangka anak itu membuangnya dari dalam mobil ayahnya, dan meminta si pria atau ayahnya itu untuk segera menjalankan mobilnya.

LANJUT BACA HALAMAN 5 DISINI

loading...

Belum ada Komentar untuk "Berniat Merubah Nasib, Pria ini Merantau Tinggalkan Anak Istri, Setelah Kembali Istrinya Ternyata"

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel