Genjot Prestasi Siswa, Mendikbud akan Buka Program Profesi Guru Lokal & Internasional

Tribunmedia.my.id_Pemerintah berencana akan membuka program profesi guru lokal dan internasional. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makariem menjelaskan hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan pengajar agar bisa mencetak guru yang berkualitas. Sehingga dapat memiliki siswa yang terbaik.


"Memiliki misi yang searah yaitu untuk siswa yang terbaik, Kami akan membuka program profesi guru lokal dan internasional. Serta akan menciptakan alumni yang lebih baik lagi," kata Nadiem usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo melalui siaran teleconference di Kantornya.

Dia mengatakan program tersebut juga bertujuan untuk menggantikan posisi pengajar yang sudah pensiun. Sehingga peningkatan kualitas guru harus ditingkatkan. Kemudian menurut, dia juga mengimbau agar para guru bisa menggelar pelatihan bukan hanya dengan sistem teoritis tetapi dibarengi dengan praktik.

"Pelatihan-pelatihan dengan sekolah-sekolah yang kualitasnya lebih baik. Jadi bukan hanya seminar tapi dengan interaksi antara guru dan guru," jelas Nadiem.

Akan Ubah Standar Penilaian Kelulusan Berbasis Internasional
Pemerintah juga akan mengubah metode penelian pesyarakatan kelulusan siswa di Indonesia. Nadiem menjelaskan nantinya nilai kelulusan para siswa tidak lagi dari Ujian Nasional melainkan menggunakan standar internasional. Hal tersebut mengacu pada Programme for International Student Assessment (PISA).

"Mengubah standar penilaian sendiri yang kita lakukan UN jadi assesment kompetensi minimum yang terinspirasi PISA dan soal-soalnya pun melekat dengan PISA," kata Nadiem.

Walaupun PISA adalah program untuk usia 15 tahun, nantinya pihaknya kata Nadiem akan menyertakan SD, SMP, hingga SMA untuk mengikuti standar tersebut.

"Jadi ada setiap jenjang mengikuti standar internasional, yaitu PISA dalam pemetaan pendidikan karena UN standarnya lokal, tapi assesment pendidikan kita internasional," jelas Nadiem.

Nantinya kata Nadiem setiap jenjang pendidikan tidak hanya dites melalui kognitif. Tetapi juga karakter, dan terkait hal norma -norma.

"Pernyataan hal-hal lain yang berhubungan dengan norma, kesehatan mental, kesehatan moral dan kesehatan anak-anak di masing-masing sekolah. Kita mengubah standar penilaian global yaitu PISA," jelas Nadiem.

Sebelumnya diketahui, Presiden Joko Widodo mengatakan indeks prestasi pendidikan Indonesia menurut survei Programme for International Student Assessment (PISA) pada 2018, Indonesia alami penurunan. Salah satu penyebabnya masih banyak siswa yang hobi bolos.

"Tingginya ketidakhadiran siswa di kelas," ungkap Jokowi saat membuka rapat terbatas terkait Strategi Peningkatan Peringkat Indonesia dalam Programme for International Student Assessment (PISA), bersama Menteri Kabinet Indonesia Maju melalui telekonference di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat (3/4).

Mengacu dari hasil survei PISA kata Jokowi perlu ada langkah perbaikan. Mulai dari aspek peraturan, regulasi, anggaran infrastruktur, manajemen sekolah, kualitas guru dan beban administrasi guru.

"Ini berkali-kali saya tekankan, mengenai beban administrasi guru. Guru tidak fokus dengan belajar mengajar tapi lebih banyak dipakai untuk hal-hal yang berkaitan dengan administrasi," jelas Jokowi.

Sumber : merdeka.com

Demikian berita dan informasi terkini yang dapat kami sampaikan. Terima Kasih atas kunjungan anda semoga informasi yang kami sampaikan ini bermanfaat.
loading...

Belum ada Komentar untuk "Genjot Prestasi Siswa, Mendikbud akan Buka Program Profesi Guru Lokal & Internasional"

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel