Alokasi Gaji Guru Honorer 7 Bulan

DPRK Sahkan APBK Aceh Utara



Selamat datang di gurudikbud.org Jumlah dana dialokasikan untuk gaji guru tenaga kontrak dan  bakti murni dalam APBK tahun 2022 yang ditetapkan pada Senin (29/11/2021) malam, selama tujuh bulan yaitu dari Januari–Juli.

Selain guru, untuk tenaga kontrak dan tenaga bakti murni di semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga diplot tujuh bulan.

Jumlah belanja dalam APBK 2022 yang sudah ditetapkan tersebut mencapai Rp 2,484 triliun. Sedangkan pendapatan mencapai Rp 2,462 triliun.

Artinya, dalam APBK Tahun 2022 mengalami defisit (kekurangan) mencapai Rp 21 miliar lebih.

Zamzami, guru honorer SDN 2 Langkahan Aceh Utara ,mengajari murid memakai masker sebelum masuk ke ruang belajar.

Zamzami, guru honorer SDN 2 Langkahan Aceh Utara ,mengajari murid memakai masker sebelum masuk ke ruang belajar.

APBK itu ditetapkan pimpinan DPRK Aceh Utara setelah mendapat persetujuan dari anggota dewan yang hadir.

Belanja tersebut meliputi operasi meliputi pembayaran gaji, tunjangan, ATK dan biaya yang habis pakai lainya, seperti tagihan listrik dan juga air Rp 1,7 triliun.

Lalu, belanja tak terduga (bencana/darurat) Rp 3,5 miliar dan belanja transfer (dana desa untuk 852 gampong) Rp 706 miliar.

 Sedangkan pendapatan Pendapat Asli Daerah (PAD/pungutan) Rp 230 miliar, pendapatan transfer (DAU dan DAK) Rp 2,2 triliun lebih.

Kemudian, sumber pendapatan selanjutnya, lain-lain PAD yang sah (zakat dan JKN, BLUD RSU Cut Meutia) Rp 1,8 miliar lebih.

Dalam APBK Tahun 2021, Pemkab Aceh Utara juga mengalokasikan dana untuk tenaga kontrak dan bakti murni selama tujuh bulan.

Data yang diperoleh dari Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Aceh Utara, jumlah tenaga kontrak 2.236 orang

Tenaga Bakti Murni 1.966. Dari 4.202 orang tersebut, jumlah guru mencapai 2.412 orang.

Masing-masing guru tenaga bakti murni 1.792 dan guru tenaga kontrak 620 orang).

Ketua Panitia Anggaran DPRK Aceh Utara, Fauzi SMn kepada Serambi, Rabu (1/12/2021) menyebutkan, jumlah anggaran yang diusulkan Pemkab Aceh Utara

Dalam Kebijakan Umum APBK dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) mencapai Rp 39 miliar lebih, untuk gaji tenaga kontrak dan bakti murni selama setahun.

Namun, belakangan dalam pembahasan, Pemkab Aceh Utara merasionalkan kembali dengan alasan anggaran yang tersedia tidak mencukupi

Sehingga belakangan tersisa anggaran untuk gaji kontrak dan bakti murni itu Rp 25,5 miliar lebih.

“Kami sudah menyampaikan ke Pemkab. Namun, mereka berasalan memang harus dirasionalkan,” ujar Fauzi.

Rp 53 Miliar untuk PPPKrtikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Alokasi Gaji Guru Honorer 7 Bulan, Sekda Aceh Utara, Dr A Murtala kepada Serambi, menyebutkan, pada tahapan pengajuan awal atau KUA-PPAS jumlah dana yang diusulkan mencapai Rp 39 miliar untuk menggaji tenaga kontrak dan bakti murni selama setahun.

Namun, dalam pembahasan dua pihak, terjadi pergeseran, sehingga hanya tersisa dana untuk tujuh bulan saja.

Disebutkan, jumlah DAU yang ditransfer pusat sama seperti tahun lalu, yakni Rp 882 miliar.

Sedangkan tahun ini, Pemkab Aceh Utara harus menyediakan dana Rp 53 miliar untuk pembayaran Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sebanyak 1.031 orang, selama setahun.

“Karena gaji P3K itu sifatnya wajib bayar,” ujar Sekda Aceh Utara.

Demikian berita dan informasi terkini yang dapat kami sampaikan. gurudikbud.org senantiasa memberikan berita dan informasi terupdate dan teraktual yang dilansir dari berbagai sumber terpercaya. Terima Kasih atas kunjungan anda semoga informasi yang kami sampaikan ini bermanfaat.


loading...

Belum ada Komentar untuk "Alokasi Gaji Guru Honorer 7 Bulan"

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel